Lottery purchase_Lottery website_Roulette game_U.S. online gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

SCCasino Baccaratasino Baccaratuatu ketika kamu menyadari bahwa hampir semua teman-temanmu sudah berkeluarCasino Baccaratga. Kamu semakin menyadari keadaan tersebut kala berkumpul bersama teman-temanmu. Diantara mereka ada yang sudah menggendong anak-anak yang lucu dan riuh dengan obrolan seputar rumah tangga. Sedangkan kamu, masih suka pusing malam minggu ini mau kencan kemana sama pacar. Seketika kamu yang tadinya santai saja soal pernikahan, jadi ingin segera dihalalkan. Galau pun mulai melanda.

Sejak awal kamu dan dia memang membina hubungan yang santai. Kamu pun nyaman menjalaninya bersama dia. Alasan sederhananya, kamu dan dia sama-sama nggak saling menuntut. Kalian pun memegang teguh prinsip jalani saja. Tak ada target kapan nikah seperti pasangan kebanyakan. Bagi kalian, selama satu sama lain masih saling nyaman, maka hubungan pun dalam zona aman.

Nggak hanya sekali kamu berpikir untuk mengakhiri hubunganmu dengan dia. Alasannya kamu udah terlalu malas dengan hubunganmu yang semakin tak ada kejelasan. Namun, ada satu hal yang bikin kamu memilih untuk tetap menjalin cinta dengannya. Karena kamu malas untuk memulai segalanya dari awal. Yup, ketika kamu memutuskan untuk putus dari dia dan mencoba menerima orang baru, secara otomatis kamu pun harus berkenalan dari awal lagi dengan yang baru.

kapan nikah?

Mengode si dia? Sudah berkali-kali kamu lakukan. Dari mulai yang sifatnya becandaan, hingga yang sifatnya sindiran. Entah kenapa, dia tak pernah menanggapi hal tersebut. Kalau kamu menyetir pembicaraan ke arah sana, dia hanya diam saja. Dia tetap dengan wajah yang tenang tanpa memberi jawaban atas keresahanmu. Kamu pun jadi bermain dengan kemungkinan. Pilihannya ada dua, dia yang benar cuek atau dia hanya belum siap untuk menikah.

Tapi kamu udah males buat adaptasi lagi. via favim.com

Bisa saja dia diam tak menanggapi kodeanmu, lantaran dia sedang fokus mempersiapkan masa depan bersamamu. Hanya saja dia tak mau mengumbar dulu. Mungkin juga dia seorang cowok yang nggak suka banyak bicara, tetapi lebih cenderung langsung bertindak. Sebut saja namanya dalam doa. Panjatkan doa, semoga kamu dan dia benar berjodoh.

Karena usiamu (katanya) sudah sangat tepat untuk membina rumah tangga, wajar jika orangtua dan keluarga membanjirimu dengan pertanyaan kapan nikah. Kalau sudah begini, kamu bingung mau jawab apa.

Tante: Udah umurmu, lho.. Masa kamu mau pacaran terus? Kaya ABG aja

Siapa tahu diam-diam dia mempersiapkan segalanya buat masa depan kalian. via dylandsara.com

Pacaran lama belum menikah juga, memang bikin hati tak tenang. Apalagi saat kamu melihat teman sepermainanmu sudah resmi berumah tangga. Tapi keputusan kembali lagi ada di tanganmu, memilih bertahan atau berubah haluan?

Bukan hanya karena kamu ingin segera jadi istri dan ibu saja yang membuatmu ingin segera nikah. Ada faktor lain yang membuatmu ingin segera dihalalkan. Yup, karena diusiamu saat ini adalah usia yang tepat untuk menikah. Pertimbangan lainnya adalah soal kesuburan dan reproduksi. Umurmu saat ini adalah saat yang paling tepat bagi seorang wanita untuk memiliki keturunan. Jika tak kunjung menikah, bisa-bisa keburu tua dan kesehatan reproduksimu udah nggak mendukung lagi buat punya momongan. Kalau sudah memikirkan hingga fase ini, kamu jadi semakin galau deh.

Keinginan untuk segera menjadi istri dan ibu tambah menjadi, kala kamu melihat balita-balita gemuk nan menggemaskan. Bayangan ketika menggendong bayi hingga mengganti popoknya pun tetiba hadir dalam benakmu. Membayangkannya saja sudah membahagiakan. Kalau sudah begini, kamu semakin ingin untuk disegerakan.

Meski tenggelam dalam kegalauan, kamu berusaha untuk tetap berpikir positif dengan dia. Kamu memilih menunggu dan bersabar sekali lagi. Kamu percaya bahwa dalam setiap tahap hubungan selalu ada jalan sendiri. Kamu pun memilih tak terburu-buru lagi. Sembari terus berharap dan berdoa.

Siapa yang nggak ingin nikah? Siapa nggak kepingin jadi istri dan ibu rumah tangga? Cowok gue nggak kunjung melamar juga