Football Handicap Rules_Online casino ranking_Texas Hold'em Download

  • 时间:
  • 浏览:0

MBaccarat APPbaccarat APPBaccarat APPultitasBaccarat APPking alias melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan mungkin terlihat bisa memangkas waktu. Namun tahukah kamu, bahwa kenyataannya nggak begitu?

Hayo gitu nggak? Wajar kok, karena memang menurut studi dari Universitas California saat kita ber-multitasking-ria, otak kita kehilangan detail dari apa yang sedang kita lakukan. Masih mau multitasking?

Lebih lanjut menurut Winch, bekerja secara multitasking ini justru akan membuang-buang waktu dan membuatmu tidak produktif karena pada dasarnya otak kita hanya bisa mengerjakan satu hal penting dalam satu waktu. Selain itu berpindah fokus dari satu kegiatan ke kegiatan yang lainnya itu akan menguras tanagamu.

Hmm, sepertinya gambar di atas lebih bisa gamblang menjelaskan poin ini deh. Bayangkan saja apa yang terjadi jika golok itu kena di tangan! Ckckckckckck…

Seberapa sering kamu menyetir kendaraan sambil membalas SMS dan mendengarkan siaran radio? Seberapa sering kamu makan siang sambil layar komputer? Seberapa sering juga kamu membuka belasan tab di peramban internet sekaligus, sampai kepalamu akhirnya pusing sendiri?

Apa yang kamu sebut dengan multitasking itu sebenarnya bukan multitasking, tapi cuman pindah tugas dalam waktu yang berdekatan saja. Ini penjelasan Guy Winch, penulis buku Emotional First Aid: Practical Strategies for Treating Failure, Rejection, Guilt and Other Everyday Psychological Injuries. Menurut beliau, otak kita memiliki keterbatasan saat harus melakukan sesuatu yang membutuhkan fokus dan perhatian.

Buat kamu ada orang yang bilang multitasking itu bikin irit waktu, itu bohong besar. Jadi demi hidup dan kerjaan yang lebih baik mulai dikurangi yuk multitasking-nya. Mending satu hal selesai dengan baik kan daripada ngelakuin banyak hal tapi nggak ada yang beres?

Pasti enggak enak banget kan kalau misalnya lagi pengen ngobrol bareng pacarmu eh, dia malah sibuk sama kegiatannya yang lain. Entah main game kek, entah sibuk sama smartphone-nya kek, atau justru masih degerin musik kesayangannya?

Iya, lain dengan yang dipercaya oleh banyak orang, multitasking itu sama sekali tidak menghemat waktu. Itu justru bikin kamu tambah lelet karena otak dipaksa untuk melakukan hal-hal yang berbeda secara bersamaan. Hal yang bisa menghemat waktumu adalah melakukan kumpulan pekerjaan yang serupa. Contoh yang paling gampang adalah membayar semua tagihanmu lewat ATM di waktu bersamaan.

Otak kita itu seperti grafik berbentuk lingkaran, dan segala hal yang kita lakukan akan mengambil porsi grafik tersebut, terutama hal-hal penting yang membutuhkan perhatian. Tidak banyak porsi yang tersisa untuk melakukan hal yang lain, kecuali untuk hal-hal yang bisa dilakukan sambil lalu. Seperti berjalan atau mengunyah permen karet.”

Selain membuatmu lelet, multitasking ternyata juga mengacaukan ingatanmu. Misalnya saja apa yang terjadi saat kamu membaca buku, main Twitter, Facebook sambil ngobrol dengan temanmu di telepon?

Nah, dalam kasus seperti ini (pacaran atau hubungan personal lainnya) jangan sampai kamu multitasking. Selain memang tidak sopan, itu bakal membuat orang di sekitarmu mereka tidak dihargai. Kalau hingga sekarang kamu masih jomblo, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah kebiasaan multitasking-mu!

Apa yang bakal kamu rasain jika kamu pernah ngelakuin seperti gambar di atas? Ya, kamu memang bisa bilang “Aku sering gitu kok, dan aku baik-baik saja.” Tapi, coba kamu tes dirimu sendiri dengan pertanyaan tadi film yang aku tonton ceritanya gimana ya? Eh buku yang tadi penjelasannya gimana ya? Atau temanku tadi bilang dia lagi dimana ya? Hingga udah berapa mangkok popcorn yang udah aku habisin?

Karena otak kita memang hanya bisa fokus pada satu hal di satu waktu, maka kebiasaan multitasking tentu saja tidak baik untuk otak dan juga kreativitasmu. Memori otak kita yang terbatas akan dipaksa bekerja keras untuk memikirkan beragam kegiatanmu itu. Dan hampir sama dengan komputer yang nge-hang saat kepenuhan memori, otakmu juga akan nge-hang jika kamu paksa untuk terus-terusan multitasking.

Jika ada yang bilang padamu multitasking akan menghemat waktu, jelaskan padanya bahwa dia salah besar.

Saat kamu punya kebiasaan makan sambil mengerjakan suatu hal lain (nonton TV, misalnya), maka siap-siap saja berat badanmu bakal naik. Makan sambil melakukan hal lain akan membuatmu merasa tetap lapar dan tidak kenyang-kenyang. Hal ini yang bikin badanmu melebar dan berat badanmu naik.

Sama halnya seperti gambaran di atas, jika kamu tidak fokus kepada satu kerjaan maka apapun yang kamu lakukan akan berantakan. Menurut para ahli, perpindahan fokus kerja ini menghilangkan 40 persen produktivitasmu dan ternyata otak kita hanya mampu mengerjakan 2 hal kompleks dalam satu waktu, lebih dari itu maka kamu akan akan melakukan banyak kesalahan saat mengerjakan tugas-tugasmu.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Universitas California membuktikan bahwa pekerja yang melakukan kontak terus menerus dengan email kantor cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak. Tingginya detak jantung ini mengindikasikan bahwa mereka yang melakukan multitasking (kontak via email) lebih rentan untuk merasa stres saat bekerja.

Menurut studi yang dilakukan oleh Western Washington University, hal ini memang sering terjadi pada orang-orang yang sibuk melakukan dua hal secara bersamaan. Mereka yang seperti itu bahkan tidak melihat apa yang ada di depan mereka. Mereka menyebutnya sebagai “inattentional blindness”. 

Kebayang ‘kan apa yang terjadi jika kamu sedang bekerja, tapi kamu nggak bisa konsen gara-gara pikiranmu masih di tim kesayanganmu yang keok diperempat final Piala Dunia atau Liga Champion? Gagal fokus, nggak nyambung, dan nggak konsen adalah resiko yang pasti kamu hadapi jika hal ini terjadi, belum lagi omelan si Bos yang udah menunggu untuk mampir di kupingmu.

Pernah tidak kamu secara tidak sadar menabrak orang di depanmu saat kamu asik browsing sambil mendengarkan playlist kesayangmu?